Dalam berbisnis tentunya ada kompetitor yang harus dihadapi dalam masing-masing bidang atau industri. Sangat-sangat jarang ada bisnis yang tidak memiliki kompetitor.
Karena adanya keadaan ini, tidak mungkin bisnis kita selalu lebih baik daripada kompetitor. Maka dari dibutuhkan competitive benchmarking.
Competitive benchmarking adalah proses membandingkan perusahaan dengan beberapa kompetitor. Tujuannya adalah untuk membandingkan perusahaan dengan kompetitor mulai dari produk, proses hingga praktik-praktik di belakang layar.
Dengan melakukan benchmarking, perusahaan dapat mengetahui sebaik apa proses yang telah dilalui dibandingkan dengan kompetitornya.
Bagaimana cara melakukan competitive benchmarking?
Pertama, tentunya kalian harus menentukan KPI kalian sendiri. Jika kalian telah memiliki KPI, coba lirik kompetitor, bagaimana posisi mereka di pasar dibandingkan dengan kalian.
Jika kompetitor memiliki posisi yang lebih baik, coba cari tahu praktik apa yang telah mereka lakukan, atau bahkan juga bagaimana cara mereka menjalankan suatu proses yang sama dengan kalian namun dengan cara yang berbeda. Ambillah praktik terbaik dan modifikasi sesuai dengan bisnis/perusahaan kalian.
Jangan lupa juga untuk turut sertakan semua bagian dalam perusahaan. Cari tahu metriks apa yang paling penting pada tiap bagian. Tujuannya adalah agar seluruh bagian perusahaan dapat berkembang.
Jadi, intinya jika Founders mau terus berkembang, jangan hanya fokus pada perusahaan sendiri, tapi sesekali juga harus melirik kompetitor agar dapat selalu memperbaiki diri.
Baca juga: Brand Message dan Maslow Hierarchy of Needs, Apa Hubungannya?


