Ramen Profitability merupakan sebuah analogi. Sesuai dengan namanya analogi ini diambil dari ramen (mi instan) yang harganya relatif murah.
Ramen Profitability merupakan sebuah kondisi dimana sebuah startup sudah bisa menghasilkan uang tapi masih sebatas untuk menghidupi sang founder.
Jadi, sang Founder bisa hidup, namun hanya hidup secukupnya dengan memakan ramen atau mie instan
Apa esensi pentingnya ramen profitability?
Pada point ini, ibaratnya startup sudah tidak memerlukan “permission to continue existing”, atau dalam kata lain sudah bisa membuktikan ke investor kalau mereka bisa survive dari business tersebut.
Namun, jelas, ramen profitability bukan tujuan akhirnya, melainkan sebuah progress kecil. Tapi progress kecil masih sebuah progress kan Founders?
Baca juga: Apa itu Tangible dan Intangible Assets?


