Teman Startup Logo
  • Login
  • Register
  • Account
  • Logout
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
No Result
View All Result
Teman Startup Logo
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
No Result
View All Result
Teman Startup Logo

‘Funding’ dari Sisi Pandang Raymond Chin CEO & Co-Founder of Ternak Uang

by Teman Startup
April 15, 2021
in Business, Finance
Reading Time: 4 min
0
Home Business
Share on FacebookShare on Twitter

Bagaimana pandangan kalian terhadap ‘funding’ atau pendanaan dari sisi seorang Founder? Apakah dengan adanya funding sebuah startup sudah bisa dikatakan besar dan sukses atau justru dengan adanya funding malah memberikan resiko tekanan untuk startup sulit berkembang? Yuk kita simak mengenai funding dari sisi pandang CEO & Co-Founder Ternak Uang! 

 

Raymond Chin adalah seorang CEO dan Co-Founder di usia 26 tahun dari Ternak Uang. Dari seluruh perjalanan bisnisnya hingga umur 24 tahun Raymond sendiri belum pernah bekerja dengan orang lain, ia memulai karirnya membangun Maven, sebuah bisnis agency, lalu startup di bidang kesehatan yaitu Wellnez, hingga akhirnya membangun sebuah platform edukasi literasi finansial dan saham yaitu Ternak Uang, bersama partnernya Timothy Ronald dan Felicia Putri Tjiasaka. 

Target market dari Ternak Uang ini sendiri adalah Generasi Z dan Generasi Milenial, karena Raymond sadar bahwa Generasi Z dan Generasi Milenial justru lebih ‘melek’ finansial dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Masalah terbesar sampai akhirnya Ternak Uang ini dibentuk adalah dengan umur yang sudah dewasa dan rentang waktu bekerja yang sudah lama, uang yang telah didapat dan dikumpulkan tidak tahu harus dikemanakan. 

 

Berbicara mengenai fundraising, kenyataannya tidak seindah yang orang kira.  Pada tahap awal, banyak orang berpikir target mereka adalah membangun startup yang di inject Venture Capital, menurut Raymond sendiri hal itu adalah salah kaprah karena mendirikan startup harus dengan tujuan membangun perusahaan yang besar, mau menyelesaikan masalah yang besar di Indonesia atau bahkan di dunia. So, Venture Capital itu hanya salah satu caranya. 

Dengan percobaan yang gagal dan sukses 5 hingga 10 kali, saat Raymond pitching dengan Venture Capital, dia ditolak 90% karena salah kaprah tentang bisnis, dimana tujuannya tidak dimulai dari mencari Venture Capital dahulu, tapi justru goal nya adalah menyelesaikan masalah dan memastikan perusahaannya berjalan dulu. That’s why Venture Capital always asking about traction, apakah yang ditawarkan sebuah startup dapat menawarkan solusi yang real. 

Membangun startup memang agak sedikit rancu, jadi disarankan untuk mulai dari small business dulu. Karena sebenarnya fundamental startup itu bisnis, dan fundamental bisnis adalah solving problem, make a profit, lalu jadikan itu berkelanjutan. Setelah bekal itu sudah ada baru dapat lanjut ke tahap besar berikutnya. 

Saat ingin membangun startup dan ingin melakukan pitching ke investor, Kata kunci para investor itu hanya satu yaitu traction. Kalian harus percaya dan membuktikan kalau startup kalian punya potensi dan marketnya jelas. Saat punya traction dan investor sudah percaya, saat itulah investor mulai mempertimbangkan. Semua investor memiliki saran paling realistis yang sama yaitu bootstrap dulu. “Kalau bisa saat mendirikan startup atau bisnis, selama mungkin jangan mengambil external funding”. Tetapi kalau memang kalian mau ada Venture Capital, coba pertimbangkan di bagian negosiasi.

Negosiasi berjalannya seperti apa sih?

Khusus untuk early stage startup nilainya itu ‘abstrak’. Cara Venture Capital evaluasi di startup early stage yaitu tidak terpaku pada jumlah dan nominal finance yang dimiliki, tapi justru hanya 2 hal utama yaitu:

1. Founder nya capable atau tidak.

2. Masalahnya cukup besar atau tidak, karena Venture Capital adalah investment firm. Contohnya saat mereka mengeluarkan duit 100 juta dollar, mereka expect di 5 tahun kedepan menjadi sekian miliar dollar, seperti investasi karena tidak mungkin cari rugi. So, mereka akan memilih startup yg punya masalah cukup besar dan model bisnis kalian cukup besar untuk bisa mendominasi market. Hal ini berlaku untuk semua early stage startup.

 

Ternak Uang sendiri tidak mengalami proses ‘bleeding’ di awal perjalanannya sehingga mereka tidak membutuhkan pendanaan. Namun Raymond berpendapat tidak masalah juga ketika startup mengalami proses ‘bleeding’, selama sebagai CEO punya pandangan jangka panjang kapan perusahaan akan profitable, tahu mengenai keberlangsungan nafas perusahaan dalam menutupi operational cost-nya, dan tahu strategi apa yang harus digunakan. Tujuannya agar Venture Capital tertarik dengan bisnis kalian karena sebagai CEO kalian memiliki long term view dan traction.

Terakhir ada tips nih dari Raymond untuk early stage startup untuk dealing with Venture Capital Funding. “Kalo ngerasa gak bisa hidup tanpa Venture Culture mending jangan, kalo gak bisa hidup tanpa Funding mending jangan. Pada akhirnya, kalau memang ketemu Venture Capital harus yakinkan diri kalian bahwa kalian yakin startup kalian akan sukses, yakin sama traction kalian, dan percayakan bahwa “mereka lebih butuh gue, dibanding gue butuh mereka” itu adalah hal dan saran paling realistis menurut Raymond.

So Founders, jalanin dulu apa yang telah kalian bangun, focus on your matrix dan saat berjalan barulah investor akan datang. Selalu pertimbangkan hal dari segala sisi pandang dan antisipasi untuk setiap risiko yang mungkin saja akan terjadi. 

Untuk cerita perjalanan Raymond Chin lebih detailnya bisa cek di Spotify dan Youtube Teman Startup sesi NgoBis (Ngobrol Bisnis) ya Founders!

Tags: CEOFounderfundingpendanaanstartupTernak Uang
Advertisement Banner Advertisement Banner Advertisement Banner
Previous Post

Cara dan Proses Melindungi Brand Usaha Kalian

Next Post

Pemeran F.R.I.E.N.D.S Masih Dibayar sampai Sekarang?

Teman Startup

Teman Startup

Supporting SMEs by executing founder’s plan unto reality from every facet of the business.

Related Posts

Sam Altman: dipecat Open AI, Langsung dihire Microsoft!

by Teman Startup
November 24, 2023
0

Founders pasti udah pada tau dong ChatGPT? Artificial Intelligence yang mempermudah banyak pekerjaan dan bahkan anak sekolah ini emang sangat...

How to Bond with Your New Coworkers

Gadget dari Startup ini Bisa Bantu Kamu Kontrol Mimpi!

by Teman Startup
October 11, 2023
0

Founders pernah mengalami Lucid dreaming? Sebuah fenomena ketika seorang sedang tertidur lelap dan bermimpi, namun mimpi ini dapat dikendalikan. Kini...

Makan Salmon Hasil 3D Printing?

Makan Salmon Hasil 3D Printing?

by Teman Startup
September 19, 2023
0

Kini telah ada makanan hasil dari 3D printing! Adalah daging salmonnya Revo Foods, sebuah startup makanan asal Wina, Austria. Uniknya...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • About Us
  • Our Services
Call us: +62 81808257071

© 2020 Teman Startup (PT. Teman Usaha Rintisan) - Your business resources & news. 

No Result
View All Result
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
  • Login
  • Sign Up
  • Cart

© 2020 Teman Startup (PT. Teman Usaha Rintisan) - Your business resources & news. 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist