Apple resmi meluncurkan iPhone Air, smartphone tertipis yang pernah mereka buat. iPhone Air ini juga jadi inovasi paling signifkan dari lini smartphone Apple ini dalam satu dekade terakhir.. Produk ini diperkenalkan langsung oleh CEO Tim Cook dalam acara tahunan perusahaan di Cupertino, California.
Dalam presentasinya, Cook menjelaskan bahwa filosofi desain Apple tidak hanya berfokus pada tampilan atau rasa saat digunakan, tetapi juga pada bagaimana sebuah device bekerja.
Dengan bodi setipis 5,6 milimeter, iPhone Air bahkan lebih tipis dibanding Samsung Galaxy S25 Edge yang berukuran 5,8 milimeter. Apple mengklaim perangkat ini mampu bertahan seharian berkat rangkaian sirkuit super kecil yang dirancang ulang agar hemat energi.
Dari sisi performa, perangkat ini dibekali chip terbaru A19 Pro yang dioptimalkan untuk Artificial Intelligence (AI), serta dua chip komunikasi buatan Apple. Materialnya juga mendapat peningkatan dengan rangka titanium dan kaca “ceramic shield” yang diklaim lebih kuat.
Peluncuran iPhone Air ini mengingatkan publik pada momen 17 tahun lalu ketika Steve Jobs memperkenalkan MacBook Air yang sangat tipis hingga bisa dimasukkan ke dalam amplop. Banyak pengamat menilai, Apple ingin membawa kembali kejutan desain yang membedakannya dari pesaing.
Beberapa analis menilai kehadiran iPhone Air memberi “nafas baru” bagi lini iPhone yang belakangan dianggap monoton. Namun, keterbatasan jumlah kamera disebut tetap menjadi kelemahan dibanding iPhone 17 maupun seri Pro.
Meski Apple belum memperkenalkan fitur AI baru untuk menyaingi teknologi Gemini AI dari Google, produk ini diyakini bisa mendorong konsumen melakukan upgrade menjelang musim belanja akhir tahun.
Di China, pasar penting bagi Apple, iPhone Air diprediksi bisa membantu merebut kembali pengguna yang belakangan beralih ke ponsel lokal yang lebih murah dan tipis. Namun, analis dari IDC menilai kompromi pada baterai, kamera, dan kualitas audio demi mengejar desain tipis bisa membuat dampaknya terhadap penjualan tidak terlalu besar.
Harga iPhone Air diposisikan di tengah jajaran iPhone, sekitar USD 100 lebih murah dari harga peluncuran Samsung Galaxy S25 Edge. Menurut IDC, strategi harga ini berpotensi menjadikannya penjual kuat, apalagi varian Plus yang digantikan oleh iPhone Air sebelumnya menyumbang sekitar 5–7% pengiriman iPhone global.
Tertarik untuk mencoba smartphone tipis versi Apple ini?
Baca juga: Unlock Gembok Rumah Kalian, Pakai Face ID Apple Lebih Cepat?!


