Apa itu Micromanagement ?
Micromanagement atau Manajemen Mikro adalah gaya manajemen di mana seorang supervisor mengkritik, dan terus menerus mengamati pekerjaan bawahan atau karyawannya.
Jadi, dibandingkan melakukan delegasi tugas, manajemen lebih cenderung ikut turun tangan dalam hal-hal kecil untuk memastikan proses bisnis yang berjalan dengan seharusnya.
Sumber: businessnewsdaily.com
Pros of Micromanagement
-
High Involvement and Engagement
Selain tingkat interaksi yang tinggi, para pemimpin micromanagement cenderung terlibat dengan baik dengan tim mereka. Lalu, mereka juga diharapkan memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk membimbing tim dan memastikan hasil yang diharapkan juga.
-
Kemampuan untuk meramalkan (foresee) dan mencegah masalah
Perhatian pada detail membuat mereka dapat mengatasi kekurangan dan menyiapkan mitigasi untuk setiap masalah. Para pemimpin micromanagement akan mengetahui kesalahan timnya sebelumnya untuk memastikan akuntabilitas mereka selama proses berlangsung.
-
Empati yang lebih tinggi
Biasanya, pemimpin dengan gaya micromanagement cenderung memiliki empati yang lebih besar! Mereka dapat menempatkan diri mereka lebih mudah pada posisi orang lain karena mereka tahu apa yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas! Ya singkatnya, lebih manusiawi kali ya…
Cons of Micromanagement
-
Kesan ketidakpercayaan
Dalam sebuah pekerjaan baik mudah maupun kompleks, jika pemimpin selalu ikut campur tangan dalam setiap hal pasti akan terwujud kalimat-kalimat seperti ini dari karyawan :
“Bos ga percaya sama gue apa?”
“Dia kira gue ga bisa?”
Kesan seperti ini akan berdampak pada rendahnya moral karyawan.
-
Ketergantungan yang berlebihan pada pemimpin
Karena pemimpin selalu terlibat dalam setiap hal kecil, karyawan tentunya akan selalu bergantung pada pemimpin mereka, sehingga, setiap karyawan tidak dapat memaksimalkan potensi mereka yang sebenarnya.
-
Tidak fokus pada tujuan yang lebih besar
Pemimpin yang terlalu fokus sampai small details, cenderung lupa dan mengabaikan fokus mereka pada hal-hal yang lebih besar.
Source: forbes.com
Lalu, lebih baik memilih yang bagaimana nih?
Balik lagi ke model bisnis dan se-kompleks apa kegiatan operasional kamu ya!
Dalam jangka panjang, SOP (Standard Operating Procedure) tentunya sangat dibutuhkan agar pekerjaan karyawan lebih efektif dan ga keenakan ! hehe