Banyak cara yang dilakukan agar dapat lebih unggul dari kompetitor, salah satu caranya adalah memiliki ciri khas/ value tersendiri.
Permasalahannya adalah, tidak semua brand berhasil menyampaikan message/ value/ positioning statement mereka kepada customer. Bisa karena salah strategi, atau bisa juga karena mispersepsi di konsep messaging. Alhasil, output yang diinginkan tidak tercapai.
Brand message dapat menjadi salah satu cara untuk membantu kalian nih Founders dalam mengatasi masalah diatas!
Apa Itu brand message?
Brand message adalah pesan yang disampaikan kepada target audiens kalian baik melalui produk atau komunikasi verbal dan non-verbal yang menggambarkan apa yang kalian lakukan dan bagaimana kalian berbeda dari yang lain.
Berikut merupakan beberapa istilah umum yang digunakan untuk menyampaikan brand messages kalian!
1. Brand Promise
Value yang secara konsisten brand kalian berikan kepada customer.
2. Brand Pillars
Point atau aspek yang penting bagi brand kalian.
Contoh: Green marketing
3. Tagline
Statement singkat yang merangkum benefit/ value brand kalian.
Contoh: “Tumbuh tuh ke atas, bukan ke samping”
4. Positioning Statement
Menunjukkan di mana kalian cocok dalam kompetisi/ pasar.
Contoh: “For serious athletes, Nike gives confidence that provides the perfect shoes for every sport”
5. Tone of Voice
Bagaimana suara kalian terdengar oleh orang lain atau bagaimana setiap pesan dirasakan oleh customer.
Contoh: Ekspresif, genuine, bold, dan lainnya.
6. Mission Statement
Apa yang brand kalian ingin capai.
Lalu, apakah setiap brand harus memiliki keenam ‘istilah’ umum diatas?
Jawabannya adalah TIDAK ya Founders, karena semua balik lagi ke kebutuhan masing-masing brand!
Baca juga: Maskot dalam Branding, Apa Manfaatnya?


