Seorang pendiri startup harus mengetahui banyak hal untuk menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini banyak hal yang harus dijaga untuk dapat menjaga bisnis berjalan dengan lancar. Salah satu yang kalian harus tau adalah cash burnout, apa itu cash burnout? Cash burnout adalah kondisi dimana startup atau bisnis kamu udah gak punya uang kas lagi.
Lebih jelas lagi tentang cash burnout, kita ambil contoh di akhir bulan. Sudah sewajarnya seorang pengusaha membayar gaji pegawai, membayar invoice dari supplier, atau mungkin membayar sewa kantor atau toko. Lalu apa yang harus dilakukan kalau saldo di bank tidak tersedia? Hindari hal ini agar startup kamu tidak gagal karena terjadinya cash burnout. Kasus cash burnout banyak terjadi pada startup yang didanai oleh venture capital atau entitas lain. Hal ini terjadi karena perusahaan akan bertumbuh lebih cepat, jumlah pengeluaran dari divisi dan bidang lain, yang berujung pada kurangnya kontrol keuangan.
Tapi jangan khawatir! Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya cash burnout, yaitu:
1. Stop menggunakan perasaan dan intuisi saja
Perasaan dan intuisi memang merupakan faktor krusial untuk seorang entrepreneur, tapi kalau sudah berkaitan dengan keuangan, yuk gunakan data angka untuk pengambilan keputusan.
2. Penjualan tanpa pencatatan
Kebanyakan Founders / Entrepreneurs bisa menjawab pertanyaan ini:
- Bulan ini rame penjualan?
- Followers IG berapa sekarang?
- Omzet bulanan berapa?
Tapi masih banyak Founders / Entrepreneurs yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini:
- Untung bersih nya berapa?
Hal ini terjadi karena banyak dari pelaku usaha hanya mencatat arus kas aja, gak pernah nyatet Income Statement.
3. Tidak punya budgeting
Suatu hal yang wajar untuk perusahaan yang sedang berkembang untuk melakukan proyek-proyek baru, yang berujung pada pengeluaran tidak terduga lainnya. Beberapa contoh pengeluaran yang ada ketika munculnya proyek baru:
- Hiring new staff
- Increasing marketing & production cost
- Etc
Cara untuk menghindari adanya pengeluaran yang tidak terkontrol yaitu pembuatan proyeksi keuangan, atau financial projection (financial budgeting). Financial Budgeting merupakan salah satu hal yang paling vital dalam menjalankan suatu proyek baru. Mulai dari budgeting pengeluaran, analisa pendapatan, sampai feasibility dari proyek tersebut dalam satuan angka.
4. Menghindari bantuan pihak ketiga
Memang penggunaan jasa pihak ketiga sering menimbulkan kecurigaan dan skeptis dari setiap pengusaha, tapi jika memang membantu kenapa tidak?
Minta bantuan jasa keuangan untuk:
- Menyusun laporan keuangan bulanan
- Mengontrol kondisi keuangan bulanan
- Menyusun proyeksi keuangan untuk proyek yang akan datang
- Memberikan advis terkait data keuangan perusahaan
This content is created by our affiliation: BAS


