Saat suatu perusahaan kecil mulai berkembang, perusahaan tersebut harus mulai lebih berhati-hati dalam mengambil langkah untuk proses pertumbuhan perusahaan melalui integrasi. Integrasi memiliki dua jenis utama yaitu integrasi vertikal dan integrasi horizontal. Kali ini kita bahas tentang integrasi vertikal dulu yuk Founders dari pengertiannya sampai ke keuntungan dan kerugian si integrasi vertikal ini!
Apa itu Integrasi Vertikal?
Sebuah strategi dimana perusahaan memiliki kontrol atas supplier, distributor, dan seluruh pihak terkait sepanjang proses rantai supply. Mudahnya, proses yang tadinya outsource atau menggunakan pihak ketiga jadi diambil alih sendiri.
Dengan adanya kendali atas semua business functions, umumnya hal ini dapat menguntungkan perusahaan dari segi efektivitas dan pengurangan biaya operasional.
Source: investopedia.com
Klasifikasi 2 Jenis Integrasi Vertikal
1. Backward Integration → perusahaan memperluas business dengan memasuki pasar hulu dari rantai supply, biasanya dengan mengambil alih/ mengakuisisi manufacturer bahan baku.
Contoh: Perusahaan roti mengakuisisi produsen tepung terigu.
2. Forward Integration → memperluas business dengan memasuki pasar hilir dari rantai supply, umumnya dalam hal distribusi sampai ke tangan konsumen.
Contoh: Samsung buka toko resmi di ITC BSD alih-alih hanya mengandalkan distributor.
Source: https://cerdasco.com/integrasi-vertikal/
Keuntungan Integrasi Vertikal
1. Mengamankan persediaan dan saluran distribusi.
2. Meminimalisir biaya transportasi dan mempersingkat lead-time.
3. Memiliki kendali atas proses quality control bahan baku.
4. Skala ekonomi → biaya yang dihabiskan per unit lebih rendah.
5. Mengurangi persaingan industri.
Kekurangan Integrasi Vertikal
1. Membutuhkan biaya yang lebih besar untuk modal belanja.
2. Perusahaan dapat menjadi terlalu ‘gemuk’ dan perhatian business dapat teralihkan.
3. Pengelolaan menjadi lebih kompleks, seperti birokrasi lebih rumit dan mengurangi fleksibilitas dalam menanggapi dinamika persaingan dan permintaan.
4. Menambah risiko baru.
Source: https://www.investopedia.com/
So Founders, mengaplikasikan strategi integrasi vertikal pada bisnis kalian dapat menjadi salah satu proses pertumbuhan dan berkembangnya perusahaan asal strateginya diatur dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan budget kalian ya!
