Seperti yang biasa dikatakan, “A picture is worth a thousand words”, kamera dapat mengabadikan momen-momen penting dalam kehidupan seseorang. Tak disangka, dalam era serba digital sekarang ini, kamera ‘jadul’ kembali diminati oleh masyarakat. Setelah melakukan riset pasar, Ivan Setiawan selaku founder dari Filmonkish, dengan berani memulai sebuah one-man store yang menjual kamera analog melalui dropshipping.
Menurut Ivan, milenial dan Gen Z tidak lagi asal beli produk tetapi juga mementingkan nilai value seperti nilai emosional yang bisa didapatkan dari produk tersebut. Barang yang dulunya dianggap sebagai ‘sampah’ ini, sekarang menjadi sumber penghasilan Ivan. Suksesnya suatu bisnis juga menjalani proses tersendiri loh Founders! Berikut 5 langkah penting saat memulai suatu bisnis ala Filmonkish, yuk simak bersama!
1. Melakukan riset pasar
Ketika memulai bisnis, hal pertama yang harus dilakukan adalah riset pasar untuk menjangkau target audiens, menciptakan brand image yang kuat, dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Hal ini penting untuk dapat memasarkan produk yang tepat, di tempat yang tepat, dengan harga yang tepat, dan untuk orang yang tepat.
2. Terus menambah ilmu
Modal yang paling penting adalah pengetahuan bagaimana bisnis berkembang dengan melakukan berbagai pembaharuan. Upgrade ilmu dalam berbisnis sangatlah penting sebagai modal untuk menjalankan sekaligus mengembangkan usaha. Pebisnis harus selalu haus ilmu pengetahuan karena permasalahan bisnis selalu berkembang seiring zaman.
3. Memberi lebih dari yang diharapkan customer
Sebuah bisnis baru harus bisa melampaui apa yang diharapkan oleh customer. Bisnis tersebut harus memberi mereka sesuatu yang lebih baik dari apa yang mereka minta. Dengan melakukan ini, kalian menciptakan kesan yang tak terduga dan kesan tersebut akan selalu melekat dalam pikiran mereka.
4. Gunakan UCG (User-Generated Content)
Disaat konsumen senang akan produk yang dibelinya, ada kemungkinan mereka akan mempromosi produk tersebut. Unggahan ini berpotensi untuk tersebar ke lingkaran pertemanan konsumen tersebut hingga ke lingkaran yang jauh lebih luas lagi. Di sini konsumen berperan sebagai user aktif yang memulai proses promosi suatu brand. Mulai dari awal pembelian produk, pengunggahan konten, hingga penyebaran di jejaring sosial. Pola pemasaran ini bisa dikatakan sebagai bentuk marketing yang orisinil, tidak memakan biaya, dan memiliki potensi besar.
5. Influencer Marketing
Strategi pemasaran ini dapat meningkatkan brand awareness dan penjualan sesuai dengan target pasar yang ditentukan dengan melibatkan seorang influencer untuk bekerja sama dalam mempromosikan produk.
Proses untuk memulai sebuah bisnis tidak akan selalu mulus, dan ketika kalian merasa produk kalian tidak ada yang beli, jangan pernah menganggap bahwa produk tersebut ‘sampah’, melainkan berusaha untuk mencari strategi atau menambah ilmu dan wawasan agar brand tersebut dapat berkembang.
Membangun sebuah brand membutuh proses dan menurut Ivan, menikmati proses yang ada merupakan salah satu cara untuk tetap dapat bertahan. Untuk cara penerapan 5 langkah diatas pada Filmonkish dapat kalian temukan lengkapnya di Spotify Teman Startup edisi Ngobis ya Founders!


