Top Gun: Maverick merupakan sekuel dari Top Gun yang dirilis pada tahun 1986. Film blockbuster yang dibintangi Tom Cruise ini menceritakan tentang seorang pilot dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).
Tentunya film ini membutuhkan pesawat jet tempur untuk adegan-adegan aksinya. Namun, pada era sekarang ini tentunya gampang bukan untuk men-CGI pesawat tempur tersebut?
Yang jelas pilihan untuk melakukan CGI tidak dilakukan oleh Paramount Pictures Studio, studio film yang memproduksi Top Gun: Maverick.
Paramount Pictures Studio dikabarkan menyewa pesawat jet tempur dari US Navy agar adegan-adegan aksi yang diambil untuk film ini terlihat lebih nyata.
Biaya sewanya terbilang fantastis, yaitu berada pada angka $11,374 atau sekitar Rp 165 juta per jamnya. Ya, per 1 jam jet dipakai untuk shooting.
US Navy menyewakan jet tempur F/A-18 Super Hornets dengan syarat Tom Cruise tidak diperbolehkan untuk menyentuh panel kontrolnya.
Walaupun dilarang untuk mengoperasikan pesawat ini, Tom Cruise sendiri sebenarnya telah memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat yang didapatkannya pada tahun 1994.
Selain menyewa pesawat tempur dari US Navy, Paramount Pictures Studio juga harus mendapatkan persetujuan terkait dengan skrip Top Gun: Maverick dari divisi media entertainment Pentagon.
Baca juga: Taksi Terbang, Mewujudkan Impian Berkelana Diatas Langit!


