Dalam dunia bisnis, menciptakan produk baru yang serupa dengan produk lama merupakan suatu hal yang lumrah lho Founders! Strategi ini juga menjadi salah satu strategi marketing yang sering digunakan oleh brand-brand besar untuk menjaga ‘kepopuleran’ produk unggul mereka. Hal tersebut biasa juga dikenal sebagai Fighter brand.
Fighter brand
Fighter brand atau kerap dikenal juga sebagai Flanker brand dan Sub-brand merupakan beberapa brand yang sudah sustain dengan marketnya, mengeluarkan brand baru atau sub-brand dengan tujuan untuk:
1. Meraih segmen market baru
2. Menghambat laju kompetitor agar brand utamanya tidak terganggu
3. Meraih lebih besar market share
Tentunya tanpa merusak atau mengganggu brand utama.
Aqua dan VIT
Aqua mengakuisisi brand VIT untuk dapat bersaing dengan air mineral (yang lebih murah) lainnya. Dengan pengeluaran brand baru dengan segmen target berbeda, brand-brand kompetitor dari VIT akan sibuk untuk ‘berkompetisi’ dengan VIT, dibanding mengejar laju Aqua sebagai brand ‘Top of Mind’ Air Mineral di Indonesia.
Garuda Indonesia dan Citilink
Garuda Indonesia menghadirkan Citilink dengan penawaran harga yang lebih murah dengan tujuan untuk meraih pangsa pasar dari menengah kebawah karena Garuda Indonesia menargetkan pasar ke arah menengah keatas.
Fighter brand merupakan strategi marketing yang cukup efektif dalam mengesampingkan kompetitor hingga memperluas pangsa pasar tetapi jangan lupakan juga resiko dalam penerapan Fighter brand ini ya Founders!
Jadi sebelum memutuskan untuk membuat sub-brand pastikan kalian sudah melakukan penelitian dari berbagai persepsi baik dari sisi kompetitor, konsumen, hingga kaitannya dengan brand kalian!
Baca juga: Tirto Utomo, Tokoh Dibalik Kesuksesan Aqua!

