Masih ingat dengan Ronald McDonald?
Source: dreamstime.com
Yup! Maskot dari restoran cepat saji asal Amerika Serikat, McDonald’s. Tapi nampaknya Ronald McDonald sudah jarang terlihat bahkan tidak ada. Maskot yang dulunya selalu ada di tiap restoran McDonald’s ini kini sudah tak digunakan lagi. Contoh kasus ini menunjukkan bahwa strategi mascot marketing telah ditinggalkan.
Mengapa?
Hasil riset menunjukkan bahwa dalam 3 dekade terakhir, dari 33 brand, hanya tersisa 21 saja yang masih menggunakan maskot. Alasan dari hasil tersebut adalah penggunaan maskot yang dianggap kurang efektif untuk meningkatkan sales dalam jangka pendek.
Selain itu, untuk membangun sebuah maskot dibutuhkan waktu dan effort yang lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan brand ambassador atau yang banyak dikenal dengan istilah KOL belakangan ini.
Walaupun semakin ditinggalkan, ada juga beberapa manfaat jangka panjang dari membangun brand melalui mascot marketing, seperti:
1. Kontrol terhadap identitas brand
Dengan adanya maskot, brand akan selalu bisa mengontrol citranya sendiri, yang mungkin bisa jadi sedikit sulit jika menggunakan ambassador, karena tentunya brand tidak bisa mengontrol citra dari ambassador.
2. Cost – benefit jangka panjang
Penggunaan maskot untuk jangka yang panjang akan lebih hemat daripada kerap mengontrak brand ambassador
3. Sebagai pintu sales baru
Jika mascot marketing dilakukan dengan benar, maka citra brand yang dikehendaki akan terbentuk yang pada akhirnya akan berdampak pada angka sales yang meningkat.
Jadi, Founders tim setuju atau tidak dengan penggunaan mascot marketing?
Baca juga: Strategi Double Take Marketing, Bikin Orang Mikir


