Alpha dan Beta test merupakan dua metode untuk menguji perkembangan produk. Tapi apakah kalian tahu perbedaan antara keduanya? Berikut kita akan membahas tentang perbedaan antara Alpha dan Beta Test.
Alpha Test
- Dilakukan sebagai tahap pengujian awal
- Dilakukan dalam ruang lingkup yang terbatas seperti keluarga, teman, dan lainnya (contoh: berjualan kursi gaming, minta tolong keluarga untuk mengetes kenyamanan kursinya)
- Tujuan: menguji fungsi dasar kelayakan produk/jasa
- Sering disebut sebagai “acceptance testing“
- Biasanya akn memakan waktu lebih lama, dikarenakan revisinya yang banyak
Beta Test
- Dilakukan setelah alpha test
- Ditujukan kepada real end user (contoh: berjualan kursi gaming kemudian ditestnya ke gamer asli yang kira-kira akan membeli kursi tersebut)
- Tujuan: mencari feedback dari pengguna asli, dan penilaian tentang siap atau tidaknya suatu produk untuk dijual ke end user
- Memakan waktu yang lebih sedikit, karena masalah fundamental udah telah diselesaikan pada tahap alpha test.
Founders bisa gunakan kedua test ini sesuai dengan tahap perkembangan produk kalian ya!
Baca juga: Tips Kebanjiran Orderan di E-Commerce!