Setelah minggu lalu McDonald’s memutuskan untuk menutup seluruh gerai dan berhenti beroperasi di Rusia, kali ini giliran Starbucks yang mengundurkan diri dari Rusia.
Setelah pertama kali datang ke Rusia pada tahun 2007, Starbucks akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi secara permanen di Rusia pada 23 Mei 2022.
Sebelum keputusan ini diambil, Starbucks sudah sempat menghentikan operasi sementara serta menghentikan pengiriman produk dan bahannya ke Rusia sejak bulan Maret 2022.
Keputusan yang diambil dengan mengikuti jejak beberapa brand besar lainnya seperti PepsiCo, McDonald’s dan Coca Cola yang kala itu juga berhenti beroperasi sementara.
Alasan dari pengunduran diri Starbucks dari Rusia tak lain dan tak bukan adalah karena invasi Rusia ke Ukraina yang dinilai telah melanggar nilai kemanusiaan.
Ketidaksetujuan Starbucks dengan langkah yang diambil oleh Rusia ini tergambar jelas dari pernyataan yang dikeluarkan oleh CEO Starbucks, Kevin Johnson, yang mengutuk aksi yang dilakukan oleh Rusia ini.
Bagaimana nasib dengan para pegawainya?
Terdapat total sekitar 2000 pegawai Starbucks di Rusia. Para pegawai ini nantinya tetap akan menerima bayaran selama 6 bulan ke depan.
Selain itu Starbucks juga akan membantu para pegawainya yang baru kehilangan pekerjaannya ini untuk mencari pekerjaan baru di luar Starbucks.
Baca juga: Reaksi Perusahaan Besar Dunia Terhadap Konflik Rusia-Ukraina


