Times Square, salah satu tempat terkenal di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, merupakan persimpangan komersial Broadway dan Seventh Avenue yang menjadi tujuan wisata dan juga pusat hiburan. Persimpangan yang menjadi salah satu kawasan pejalan kaki tersibuk di dunia ini menjadi pilihan terbaik untuk promosi iklan, dikarenakan kawasan tersebut dipadati oleh 380.000 orang (pada hari sibuk bisa mencapai 460.000 orang) yang berlalu lalang setiap harinya.
Belakangan ini, masyarakat Indonesia dibuat kagum dengan hadirnya merek lokal hingga selebriti Indonesia yang terpampang di billboard kawasan Times Square. Menurut Investopedia, per tahun 2020 biaya pemasangan iklan di Times Square dibanderol sekitar 1,1 juta dollar AS atau sekitar Rp15,7 miliar hingga 4 juta dollar AS atau sekitar Rp57,1 miliar setahun.
View this post on Instagram
Sedangkan untuk harian, harga dimulai dari sekitar 5.000 dollar AS atau sekitar Rp71,3 juta hingga 50.000 dollar AS atau sekitar Rp713,9 juta. Dengan biaya perbulannya dapat mencapai 3 juta dollar atau sekitar Rp42,8 miliar untuk billboard terbesar di Times Square.
Strategi Times Square
Strategi yang diterapkan pada pemasangan iklan di billboard Times Square diketahui sebagai IMC (Integrated Marketing Communication). IMC atau biasa disebut komunikasi pemasaran terpadu merupakan suatu strategi pemasaran bagi bisnis untuk mengkomunikasikan pesan yang sama di semua saluran pemasaran.
Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi IMC adalah untuk mempengaruhi khalayak ramai dengan elemen promosinya sampai ke tingkat kognisi, afeksi, dan konasi. Dengan menyampaikan pesan yang konsisten, calon konsumen dapat benar-benar menerima dan memahami pesan yang ingin disampaikan.
Manfaat utama IMC
1. Meningkatkan brand awareness dengan memanfaatkan beragam channel secara efektif. Ketika ciri khas, logo, konten, dan suara bekerja dengan baik secara bersama-sama, maka bisnis tersebut dapat memaksimalkan pencapaian merek dengan lebih mudah.
2. Strategi yang efektif dalam hal menghemat waktu hingga biaya. Menghemat biaya dengan mengurangi campaign yang hasilnya kurang memuaskan.
3. Dapat menonjolkan keunggulan kompetitif yang dapat mendorong penjualan.
Bagi perusahaan startup, strategi IMC sangat membantu dalam hal menarik pelanggan ke tahap pembelian lebih cepat. Hal ini dikarenakan pesan yang ingin disampaikan sudah cukup jelas seperti keunggulan produk dibanding kompetitor. IMC juga dapat menciptakan pengalaman pelanggan. Di era digital seperti sekarang, pelanggan tidak hanya mencari produk atau layanan favorit saja, namun mereka menginginkan pengalaman yang sesuai dengan keinginan mereka.
Melalui strategi IMC, pelanggan akan ikut membantu menentukan bagaimana pesan bisnis tersebut tersampaikan, sehingga menghasilkan hasil yang lebih baik bagi bisnis tersebut. Strategi ini tidak hanya memperkuat pesan yang sama di benak konsumen saja, tetapi juga dapat menjaga pesan dan tujuan yang jelas dalam bisnis!
Dari cerita Times Square, apakah worth it untuk memasang iklan di billboard Times Square dengan harga yang fantastis?


