Di masa sekarang, model bisnis semakin berkembang dan semakin banyak jenisnya. Terutama bisnis FnB yang idenya tidak pernah buntu, selalu berinovasi dan trendi. Banyaknya model bisnis FnB juga tidak luput dari persaingan yang akan selalu meluas dan meningkat di pasaran. Apalagi pada masa pandemi dimana orang-orang mulai berlomba untuk menciptakan tren baru yang tentunya akan viral di kalangan generasi muda. Nah Founders, dibalik ‘perlombaan’ tersebut banyak owners yang berjuang untuk mempertahankan bisnis mereka untuk tetap stabil.
Kali ini kita akan membahas tentang topik yang menarik bersama dengan Abraham Viktor selaku Co-founder dari Hangry yang baru-baru ini mengumumkan bahwa Hangry berhasil mendapatkan pendanaan series A! Pada round sebelumnya Hangry mendapatkan $3M dari Alpha JWC & Sequoia. Lalu series A kali ini, dengan total $13M atau setara dengan Rp 188 miliar dengan didukung oleh beberapa venture capital seperti Alpha JWC, Atlas Pacific Capital, Salt Ventures, dan Heyokha Brothers (Techcrunch). Dengan pendanaan terbarunya, Hangry menargetkan ekspansi nasional pada tahun ini dan tahun mendatang.
Dibalik keberhasilan Hangry, pasti ada sistem dan strategi yang membuat Abraham Viktor dan tim sukses untuk mengembangkan Hangry hingga tahap funding ini. Yuk kita simak kilas balik perjalanan Abraham Viktor dan tim tentang bagaimana mereka mengatur strategi pemasaran dari bisnis virtual restaurant mereka!
Apa itu Hangry?
Hangry adalah suatu grup di balik beberapa brand makanan yang ada di pasaran, seperti Moon Chicken, San Gyu, Ayam Koplo dan beberapa brand lainnya. Hangry merupakan suatu perusahaan rintisan di bidang kuliner yang mengembangkan konsep multi-brand.
Sebelum mendirikan Hangry, Abraham Viktor bersama dengan tim memulai perjalanan dengan membangun startup bernama Taralite yang bergerak di bidang finansial tepatnya penyedia pinjaman online untuk pedagang online. Di akhir tahun 2018, Taralite akhirnya diakuisisi oleh OVO. Berpegang pada ekspektasi tersendiri, Abraham Viktor dan tim berpikir mereka bisa berjalan bersama OVO dalam waktu yang lama, namun pada akhirnya Abraham dan tim merasa panggilan mereka adalah untuk menjadi seorang entrepreneur dengan tujuan untuk memiliki perusahaan yang besar, dan memutuskan untuk memulai Hangry.
Visi Hangry
Setelah melakukan penelitian di bidang FnB dan melakukan research pada perusahaan FnB dari lokal hingga global, Abraham mulai sadar bahwa bisnis FnB dapat berkembang dan besar. Hal tersebut yang membulatkan tekad Abraham “my next journey is gonna be FnB” katanya, dengan visi utama Hangry adalah ingin membangun FnB company yang akhirnya bisa menjadi global chain dan ada di seluruh kota besar di dunia dan dimana Hangry berada, Hangry menjadi bagian kehidupan dari warga kota tersebut.
Journey of Hangry
Abraham Viktor dan tim memulai perjalanan Hangry dari November 2019 dan karena masa pandemi dimulai dari tahun 2020, Hangry pun tidak dipungkiri mengalami dampak penurunan. Pada maret 2020 saat lockdown terjadi, Hangry mengalami penurunan revenue hingga sepertiga dan omzet pun menurun. Namun, Abraham dan tim berhasil mempertahankan Hangry hingga akhirnya revenue naik secara bertahap dan akhirnya di akhir Desember 2020 Hangry mencapai kenaikan omzet hingga 15 kali lipat.
Dengan tren yang ada, pada Maret 2021 Abraham dan tim berhasil membuka 41 Outlet di kota-kota besar seperti Jabodetabek dan Bandung. Tidak berhenti disana, perjalanan panjang Hangry berlanjut bahkan berkembang dengan keberhasilan Hangry dalam meraih pendanaan series A yang akan direncanakan untuk kegiatan ekspansi nasional di tahun ini dan 2022.
Bagaimana memulai memasarkan produk baru di delivery platform ala Hangry?
1. Quality
Quality control bisa terjaga jika sistem dan operasionalnya benar, contohnya seperti SOP baik itu pada pelayanan maupun di kitchen. Dalam hal delivery platform, kualitas seperti rating dari restoran tersebut tidak boleh kurang dari 4,7.
2. Komplain
Adanya komplain datang dari customer yang mungkin memiliki selera atau tingkat kepuasan yang berbeda. Komplain yang didapat pun bukan hanya diabaikan namun dibaca, direspon dan diperbaiki. Hal tersebut akan diapresiasi oleh customers dan berdampak baik pada usaha bisnis karena akan dipromosikan secara cuma-cuma lewat mulut ke mulut.
3. KOL Marketing
Kerjasama dengan KOL dengan tujuan untuk membantu menaikkan brand bisnis dan akhirnya mendapatkan awareness dari customers.
4. Promosi
Jika melihat kata promosi, diskon, cashback pasti akan menarik perhatian banyak orang. Tips dari Abraham Viktor adalah menyediakan promo sesedikit mungkin, semurah mungkin, tapi tetap customer tertarik untuk beli.
So Founders, peluang akan selalu tersedia jika seorang pebisnis dapat konsisten terhadap apa yang telah dirancang dan bertekad untuk sampai pada tujuan utama dari visi yang dibuat dalam membangun perusahaan! Untuk cerita lengkapnya boleh cek di Spotify Teman Startup edisi Ngobis ya!


