Founders! Tahukah kalian dua startup berstatus Unicorn di Indonesia dikabarkan memasuki tahap finalisasi dalam proses merger pada 2021. Merger kedua startup ini diperkirakan memiliki valuasi hingga Rp 560 T. Tidak hanya itu, penggabungan dua perusahaan memiliki tujuan akhir untuk dapat melakukan IPO (Initial Public Offering) yang direncanakan di Indonesia dan Amerika Serikat.
Langkah besar ini menciptakan kekuatan ekonomi digital Indonesia mulai dari Ride Hailing, Digital Payments, E-commerce. Memanfaatkan pesatnya pembangunan ekonomi digital Indonesia, adalah sebuah keuntungan dari para stakeholders mengingat keduanya bukan head to head competitor, melainkan kedua perusahaan Tokopedia dan Gojek akan saling melengkapi karena tidak memiliki target market yang sama.
Namun penggabungan ini bukan tanpa masalah loh! Merger perusahaan ini menghasilkan masalah dalam digital payment karena kedua perusahaan baik Tokopedia maupun Gojek memiliki masing-masing digital payment, Tokopedia dengan OVO yang dikabarkan dikendalikan oleh 41% dari digital payment OVO, dan seperti yang kita ketahui Gojek memiliki anak perusahaan PT Dompet Karya Anak Bangsa atau yang kita kenal dengan sebutan Go-Pay.
Melihat rencana merger dari kedua startup ini, kita tunggu apakah akan ada yang dikorbankan atau terdapat solusi yang saling menguntungkan, terkait keuntungan dan permasalahan yang ada!


