Founders! Tahukah kalian bahwa 90% dari bisnis startup seringkali gagal dengan salah satu penyebabnya adalah mengenai biaya? “Tapi supplier barang udah paling murah kok!” “Gaji pegawai kita juga standar”
Nah Founders, terdapat 2 jenis biaya yang harus diperhatikan nih! Pernyataan diatas merupakan operating cost, sedangkan yang terkadang suka lepas kontrol yaitu overhead cost. Apa bedanya? Yuk pahami bersama!
Operating cost
Operating cost merupakan pengeluaran yang terkait langsung dengan proses produksi atau pemberian jasa.
Contoh: Bahan baku, tenaga kerja, mesin.
Overhead cost
Overhead cost merupakan pengeluaran yang tidak ada hubungan langsung dengan proses produksi atau pemberian jasa.
Contoh: Biaya sewa, asuransi, dan lainnya.
Overhead cost juga dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Overhead tetap
Biaya yang akan tetap ada dengan jumlah sama walaupun bisnis rame maupun tutup, seperti: Uang sewa kantor, depresiasi aset tetap (mobil, peralatan kantor).
2. Overhead variabel
Biaya ini bergantung berubah-ubah mengikuti faktor lain, seperti biaya pemasaran yang seasonal.
3. Overhead semi-variabel
Biaya yang satu ini tidak selalu tetap jumlahnya dan tergantung kondisi terkini, misalnya karena ada berkas yang banyak untuk di print, pemakaian kertas juga ikut meningkat.
Overhead cost juga memiliki rumus yang dapat menjadi perbandingan kalian antara cost tersebut dengan penjualan kalian!

Contoh:
So Founders, untuk meminimalisir penyebab terjadinya kegagalan ada baiknya untuk melakukan review kembali terkait overhead cost bisnis kalian dapat dikurangi lebih lagi atau tidak. Good luck!
Baca juga: Apa Itu Porter Five Forces?