Teman Startup Logo
  • Login
  • Register
  • Account
  • Logout
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
No Result
View All Result
Teman Startup Logo
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
No Result
View All Result
Teman Startup Logo

Belajar 5 Prinsip Jualan dari Buku Anak Dr. Seuss

by Teman Startup
March 8, 2023
in Education
Reading Time: 3 min
0
Home Education
Share on FacebookShare on Twitter

Green Eggs and Ham (1960) karangan Dr. Seuss adalah salah satu buku anak yang cukup populer. Cetakan ulangnya tahun 2019 saja berhasil terjual sebanyak 8 juta copy di seluruh dunia. 

Buku ini punya komposisi bahasa Inggris yang sangat sederhana, hanya ada 50 kata berbeda. Tapi jangan salah, Founders bisa belajar 5 prinsip jualan dari buku ini, lho!

1. If it’s different, it needs to be free – at first

Di sepanjang buku, Sam si karakter figuran berusaha membuat karakter utama menyukai dagangannya, green eggs, dengan cara membiarkan mereka mencicipinya–dan ini berhasil.

Dari sini kita belajar bahwa cara terbaik untuk menjual produk baru adalah dengan menawarkannya secara gratis sebagai sampel. Setelah konsumen menyukainya, barulah Founders melanjutkan ke masalah value dan harga dari produk kalian itu.

2. Persistency producers results

Tidak hanya mencicipi, Sam juga meminta karakter utama untuk memakan green eggs saat sarapan sampai 12 kali.

Yang dilakukan Sam agaknya terlihat berlebihan. Tapi, pada intinya adalah jangan pernah menyerah meskipun produk kalian tidak terjual habis pada penjualan pertama.

3. Seek and sell the solution

Kesalahan penjualan yang paling umum adalah pemilik lebih gencar menjual fitur/layanan dibandingkan manfaat dari fitur itu sendiri. 

Misalnya, ketika ada konsumen membeli bor, bukan alat bor yang sebenarnya mereka beli. Tapi, sebuah lubang yang bisa dibuat oleh alat bor itulah yang mereka beli. So, kunci sukses penjualan adalah fokus pada manfaat dan solusi bagi pembeli.

4. Don’t take rejection personally

Salesman kecil, Sam, tetap ceria meski mendapat lebih dari 80 teguran dan penolakan. Walau Sam hanyalah karakter absurd dari sebuah buku balita, tapi sikap Sam bisa jadi contoh bagi Founders, nih!

Penolakan produk yang kalian jual bukan berarti juga penolakan terhadap diri kalian. Sales yang baik adalah yang berhasil memisahkan produk dengan kepribadian mereka. 

5. Relationship is the goal

Di akhir buku, karakter utama tersenyum dan merangkul Sam, berterima kasih karena telah membantunya menikmati keunikan rasa telur hijau dan ham. 

Dari ini kita belajar bahwa satu-satunya cara untuk membangun bisnis berkelanjutan adalah dengan membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan konsumen.

Terlepas dari ceritanya yang fiktif, 5 prinsip jualan dari Dr. Seuss di atas adalah hal baik yang bisa Founders terapkan.

Baca juga: Yasa Singgih From Men’s Republic: Sukses Tidak Mengenal Umur!

Tags: bukudr. seussgreen eggs and hamJualansales
Advertisement Banner Advertisement Banner Advertisement Banner
Previous Post

Sunyi Coffee Barito: Cabang ke-4 dari Cafe Ramah Disabilitas!

Next Post

Time is Money! Let’s Learn to Manage It Properly!

Teman Startup

Teman Startup

Supporting SMEs by executing founder’s plan unto reality from every facet of the business.

Related Posts

Baru Rilis 1 Jam, KHY Kylie Jenner Hasilkan Rp 15,5 Miliar!

Baru Rilis 1 Jam, KHY Kylie Jenner Hasilkan Rp 15,5 Miliar!

by Teman Startup
November 6, 2023
0

Siapa yang tidak tahu Kylie Jenner? Public figure dan businesswoman asal Amerika Serikat ini baru saja merilis clothing line pertamanya,...

Vas Berbentuk Tas Luxury Louis Vuitton

Game Paling Laku Sepanjang Masa: Minecraft

by Teman Startup
October 17, 2023
0

Apa game favorit kalian? Is it Minecraft? Kalau iya, mungkin kalian termasuk salah satu orang yang berkontribusi terhadap status Minecraft...

Bisnis Konvensional Harus Digitalisasi?

Bisnis Konvensional Harus Digitalisasi?

by Teman Startup
June 6, 2023
0

Di zaman sekarang ini masih feasible ga sih berbisnis secara konvensional? Maksud dari bisnis konvensional adalah menjalankan bisnis dengan cara-cara...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • About Us
  • Our Services
Call us: +62 81808257071

© 2020 Teman Startup (PT. Teman Usaha Rintisan) - Your business resources & news. 

No Result
View All Result
  • Home
  • Articles
    • Branding
    • Business
    • Community
    • Finance
    • Legal
    • Marketing
    • Tax
    • Technology
  • About Us
  • TS Business
  • TS Club
  • Login
  • Sign Up
  • Cart

© 2020 Teman Startup (PT. Teman Usaha Rintisan) - Your business resources & news. 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist