Green Eggs and Ham (1960) karangan Dr. Seuss adalah salah satu buku anak yang cukup populer. Cetakan ulangnya tahun 2019 saja berhasil terjual sebanyak 8 juta copy di seluruh dunia.
Buku ini punya komposisi bahasa Inggris yang sangat sederhana, hanya ada 50 kata berbeda. Tapi jangan salah, Founders bisa belajar 5 prinsip jualan dari buku ini, lho!
1. If it’s different, it needs to be free – at first
Di sepanjang buku, Sam si karakter figuran berusaha membuat karakter utama menyukai dagangannya, green eggs, dengan cara membiarkan mereka mencicipinya–dan ini berhasil.
Dari sini kita belajar bahwa cara terbaik untuk menjual produk baru adalah dengan menawarkannya secara gratis sebagai sampel. Setelah konsumen menyukainya, barulah Founders melanjutkan ke masalah value dan harga dari produk kalian itu.
2. Persistency producers results
Tidak hanya mencicipi, Sam juga meminta karakter utama untuk memakan green eggs saat sarapan sampai 12 kali.
Yang dilakukan Sam agaknya terlihat berlebihan. Tapi, pada intinya adalah jangan pernah menyerah meskipun produk kalian tidak terjual habis pada penjualan pertama.
3. Seek and sell the solution
Kesalahan penjualan yang paling umum adalah pemilik lebih gencar menjual fitur/layanan dibandingkan manfaat dari fitur itu sendiri.
Misalnya, ketika ada konsumen membeli bor, bukan alat bor yang sebenarnya mereka beli. Tapi, sebuah lubang yang bisa dibuat oleh alat bor itulah yang mereka beli. So, kunci sukses penjualan adalah fokus pada manfaat dan solusi bagi pembeli.
4. Don’t take rejection personally
Salesman kecil, Sam, tetap ceria meski mendapat lebih dari 80 teguran dan penolakan. Walau Sam hanyalah karakter absurd dari sebuah buku balita, tapi sikap Sam bisa jadi contoh bagi Founders, nih!
Penolakan produk yang kalian jual bukan berarti juga penolakan terhadap diri kalian. Sales yang baik adalah yang berhasil memisahkan produk dengan kepribadian mereka.
5. Relationship is the goal
Di akhir buku, karakter utama tersenyum dan merangkul Sam, berterima kasih karena telah membantunya menikmati keunikan rasa telur hijau dan ham.
Dari ini kita belajar bahwa satu-satunya cara untuk membangun bisnis berkelanjutan adalah dengan membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan konsumen.
Terlepas dari ceritanya yang fiktif, 5 prinsip jualan dari Dr. Seuss di atas adalah hal baik yang bisa Founders terapkan.
Baca juga: Yasa Singgih From Men’s Republic: Sukses Tidak Mengenal Umur!


