Branding menjadi salah satu elemen penting dalam perusahaan yang berguna sebagai ‘identitas’ dari brand tersebut. Dalam branding terdapat branding strategy yang juga menjadi rencana jangka panjang suatu brand untuk membangun dan membesarkan nama.
Seperti yang dilakukan oleh Patagonia yang merupakan perusahaan asal Amerika yang didirikan sejak 1973, yuk kita simak branding strategy dari Patagonia!
Patagonia’s story
Patagonia menerapkan branding strategy jangka panjang dengan berkontribusi positif terhadap lingkungan. Pendiri Patagonia selain menjual outerwear, juga ingin melestarikan lingkungan yaitu dengan tujuan 0% carbon emission.
Saat semua brand lain mendorong untuk membeli lebih banyak produk mereka, Patagonia mendorong customer untuk mendonasikan outerwear Patagonia yang sudah tidak digunakan lagi.

Hal lain yang dilakukan Patagonia, seperti:
– Tunjangan $2-3 untuk setiap pegawai Patagonia agar berhenti menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja.
– Toko Patagonia tidak pernah menggunakan bangunan baru.
– Membuat paten untuk sistem sirkulasi udara untuk mengurangi pemakaian AC.
– Menanam pohon kapas sendiri untuk bahan baru dengan sistem tanam tumpang dengan pohon mangga untuk mengurangi emisi dari pohon kapas (circular economy).
Patagonia menerapkan keseluruhan branding strategy yang tepat dengan tetap menepati janji kepada konsumen.
Terbukti, branding strategy Patagonia berhasil dengan banyaknya support yang Patagonia dapatkan dari fanbase hingga antusias fans Indonesia terhadap brand Patagonia meskipun belum ada toko official di Indonesia.
So Founders, untuk kalian yang belum menemukan branding strategy yang tepat, purpose apa yang ingin diangkat dalam bisnis, dan bagaimana cara menuangkannya dalam branding strategies, yuk pelajari semuanya dan temukan jawabannya di kelas Teman Startup Academy yang dibawakan oleh Adrianus Raditya dari Riposte!
Baca juga: Apa itu Minimum Viable Product?


