Sudah sering menjalankan strategi dan mengikuti berbagai tips untuk perkembangan akun Instagram namun hasilnya masih sama dan tidak mengalami peningkatan?
Ada satu hal lagi nih Founders yang mungkin terlewatkan dan dapat menjadi strategi yang cocok untuk perkembangan Instagram kalian!
Adanya algoritma dalam setiap media sosial salah satunya Instagram menjadi acuan pengguna dalam melihat konten yang mereka sukai, dan ternyata algoritma Instagram lebih mengacu kepada konten yang ringkas dan to the point!
Hal tersebut juga yang dinamakan sebagai Micro content. Apa itu Micro content dan apa bedanya dengan Macro content? Yuk kita simak bersama!
Micro content
Micro content merupakan konten bite size yang sifatnya sangat pendek, mudah dipahami, dan relatable. Sesuatu yang disukai audience, yang relatable, berguna hingga menghibur. Sesuatu yang bakal bikin mereka share, save atau like post kalian, bentuknya dapat berupa tips, quotes, carousell yang menarik, dan tentunya yang sekarang lagi hype, Reels!
Macro content
Macro content merupakan konten-konten “berat” yang perlu waktu untuk dicerna dan dipahami. Contohnya seperti mini article, education post, product post, dan dapat bersifat hard selling.
Adanya perbedaan, namun justru kedua hal tersebut perlu dipadukan dalam akun Instagram kalian lho Founders! Pada akhirnya, algoritma Instagram dibutuhkan untuk membuat akun ‘dilihat’ oleh orang banyak, dari sinilah konten mikro berperan.
Semakin isi konten singkat, disukai, dan di interact, makin besar juga peluang untuk konten tersebut muncul di explore page dan goes viral.
Setelah konten mikro banyak diminati, dan banyak yang mengunjungi profil akun kalian, sambutlah mereka dengan konten makro yang isinya ‘daging’ dan insightful bagi orang lain dan membuat mereka tertarik untuk mengikuti akun kalian lebih lanjut!
Sedikit tips, coba unggah 1 konten makro setiap kalian unggah 4 konten mikro. Konten mikro dapat berupa Instagram story, feed post yang berisi quotes, bisa juga photo mood, tetapi dengan catatan, harus ringkas, mudah dipahami dan relevan dengan target market kalian.
Setelah melakukan balancing konten, tetap ingat akhiri dengan CTA yang jelas dan menarik, jangan lupa juga untuk memanfaatkan hubb.link untuk dapat direct setiap traffic ke channel – channel yang kalian miliki! Semoga bermanfaat
Baca juga: Tips Membangun Brand yang ‘Bagus’!



