Perkembangan fitur dalam media sosial yang semakin bervariasi untuk menjadi wadah dalam berkreasi mulai dari konten hiburan hingga sarana untuk berjualan menjadikan pengguna media sosial semakin gencar dalam perancangan konten di dalamnya terutama bagi para pebisnis untuk dapat menarik perhatian calon pembeli lebih banyak.
Dibalik proses tersebut, hashtag (#) menjadi salah satu komponen yang tidak boleh dilupakan lho Founders!
#Hashtag
Hashtag merupakan ‘kode’ agar konten kalian lebih mudah ditemukan, sehingga jangkauan konten kalian lebih luas. So, audiens yang tinggi tersebut dapat menjadi followers atau bahkan calon pembeli kalian!
Tipe hashtag
Biasanya berupa produk itu sendiri. Contohnya seperti: Bisnis kopi susu di BSD
#kopisusubsd #kopisusugulaaren #kopisusu #kopisusukekinian
Hashtag yang relate dengan produk tetapi tidak secara langsung.
Contoh: #mbakfotokopi #anakkopi #maskopisusu #kopisenja
Dalam menentukan hashtag engagement kalian harus tahu ketertarikan dari audiens kalian. Contohnya: Jika kalian sudah tahu bahwa audiens kalian memiliki ketertarikan dalam dunia K-pop, pecinta alam, dan bersepeda, maka hashtag yang cocok adalah: #kdramakorea #anakgunung #gowes
Hashtag ini digunakan untuk meningkatkan awareness brand. Contoh: Nama kopi susu kalian adalah Kopi Granat, maka hashtag branding kalian adalah: #kopigranat #kopisusugranat
So Founders, meskipun sudah ‘cara lama’ namun tidak ada salahnya untuk tetap mengikutsertakan #hashtag dalam proses pengunggahan konten kalian untuk lebih memaksimalkan hasil dari kinerja karya konten kalian dan dapat tersampaikan dengan baik kepada target market kalian!
Baca juga: Alasan Kenapa Tidak Boleh Beli Followers Instagram!


