Jasa penyewaan alat elektronik merupakan suatu jasa yang sudah banyak digandrungi orang-orang, hal ini biasanya dilirik oleh orang-orang yang memiliki kepentingan sesaat terhadap barang tersebut.
Di Indonesia sendiri, barang yang paling sering dijadikan layanan pinjaman merupakan perlengkapan produksi seperti kamera dan beberapa perlengkapan komplemen lain. Tapi bagaimana jika barang yang disewakan merupakan gadget?
Belakangan ini media sosial khususnya Twitter sedang ramai memperbincangkan jasa sewa gadget Iphone, tepatnya dalam thread twitter yang di post oleh akun @txtdarionlshop.
Bukaanmaen wkwk pic.twitter.com/gfIWmRn4aV
— TXT OLKOP (@txtdarionlshop) October 30, 2021
Bagi sebagian orang, Apple merupakan brand yang terlihat sangat prestige, selain kualitas yang baik, harga yang ditawarkan brand ini juga tergolong diatas rata-rata. Tak bisa disangkal bahwa terdapat beberapa orang yang menggunakan jasa sewa ini untuk mendapatkan “prestige” dari barang tersebut.
Baca juga: 5 Brand yang Sukses Menggunakan Prestige Pricing Strategy!
Hal tersebut pun menuai kontroversi di media sosial tentang bagaimana orang-orang dapat mengeluarkan uang terhadap hal yang sebenarnya tidak perlu dikeluarkan.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa service tersebut merupakan hal yang baik. Iphone dikenal memiliki kualitas kamera yang bagus, sehingga pelanggan yang ingin melakukan photoshoot menggunakan Iphone, dapat memaksimalkan service tersebut dengan baik.
Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa service tersebut dapat dimaksimalkan oleh orang-orang yang baru saja ingin menggunakan Iphone. Dengan adanya jasa ini, para calon pengguna dapat melakukan ‘test drive’ terhadap device tersebut.
Dengan viralnya bisnis sewa gadget, tidak sedikit orang yang mencoba peruntungan dengan membuka bisnis serupa. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya rental Iphone yang bermunculan, yang dapat dicari di media sosial.
Selain itu, bisnis ini ternyata bukan hanya menjadi perbincangan di Indonesia, namun hingga beberapa negara seperti India dan Malaysia juga memiliki tren yang serupa yang terlihat dari thread di Twitter.
So Founders, melalui hal viral ini dapat dilihat bahwa dimana ada demand disitu juga ada supply. Terkadang mungkin kalian merasa terdapat suatu bisnis yang sangat tidak masuk akal dan berpikir bahwa hal tersebut tidak menghasilkan apa-apa, tetapi mungkin kalian hanya melihat dari sudut pandang tersendiri, namun jika membuka perspektif lebih luas dan melakukan analisa terhadap ‘kebutuhan’ masyarakat lebih dalam, kalian akan melihat peluang di dalamnya.
Produk/ jasa yang disewakan tidak salah, pelanggan yang menyewa juga tidak salah. Salah adalah ketika pelanggan yang menyewa hal tersebut digunakan untuk hal yang keluar dari jalur.


