Dari sudut pandang seorang pengusaha, membuat karyawan merasa bahagia memang diperlukan untuk kesejahteraan perusahaan. Namun apakah kebahagiaan karyawan A dan karyawan B sama?
Jika kalian bekerja keras untuk membuat karyawan ‘bahagia’, sebenarnya hal tersebut justru dapat menjadi bumerang dan mulai menimbulkan rasa ketidakpuasan lho Founders! Karena kebahagiaan itu cepat berlalu dan kebahagiaan setiap orang lain berbeda-beda.
Berikut alasan mengapa kalian tidak harus menempatkan fokus kalian hanya kepada kebahagiaan karyawan!
1. Happiness is temporary
Selain sifatnya hanya sementara, kebahagiaan juga sangat mudah untuk dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.

2. Happiness is personal
Kebahagiaan adalah hal pribadi, tidak semua orang berbagi kebahagiaan yang sama. Apapun masalahnya, sangat mustahil bagi suatu perusahaan dapat menyusun regulasi yang akan menyenangkan semua pihak.

3. It’s not your employers’ duty to make you happy
Hubungan antara atasan dan karyawan memang saling menguntungkan, tetapi bukan kewajiban atasan untuk menyediakan ‘kesenangan’ (contohnya: snack favorit karyawan) setiap hari. Kilas balik lagi, kebahagiaan sifatnya itu personal.
Focus on fulfillment instead!
Baca juga : Training untuk Perusahaan Startup


