Punya banyak outlet tentu jadi pencapaian buat bisnis. Tapi saat cabang bertambah, laporan keuangan multi cabang justru jadi makin rumit dan ada satu pertanyaan yang perlu dijawab: outlet mana yang sebenarnya paling menguntungkan?

Dalam webinar Teman Startup bersama Mekari Jurnal pada Selasa, 13 Oktober 2026, Tri Riza Syahputra selaku Business Consultant membahas cara membaca performa tiap outlet, mengontrol biaya operasional, dan merapikan laporan keuangan antar-cabang.
Penjualan yang ramai belum tentu berarti keuntungan besar. Ada biaya bahan baku, sewa, gaji, hingga kebutuhan operasional yang perlu diperhitungkan. Makanya, melihat omzet saja belum cukup untuk menilai performa setiap cabang.
Kenali Laba per Outlet, Bukan Cuma Omzetnya
Setiap outlet bisa punya omzet dan biaya yang berbeda. Dengan pencatatan yang jelas, pemilik bisnis bisa membandingkan performa masing-masing cabang dan mengetahui mana yang perlu ditingkatkan.
Berikut simulasi sederhana dua outlet dalam satu bulan:
| Komponen | Outlet A (Mall) | Outlet B (Toko) |
| Omzet | Rp180.000.000 | Rp120.000.000 |
| Bahan Baku | Rp72.000.000 | Rp48.000.000 |
| Sewa | Rp45.000.000 | Rp15.000.000 |
| Gaji Karyawan | Rp38.000.000 | Rp26.000.000 |
| Operasional Lain | Rp10.000.000 | Rp6.000.000 |
| Total Biaya | Rp165.000.000 | Rp95.000.000 |
| Laba Bersih | Rp15.000.000 | Rp25.000.000 |
| Margin | 8,3% | 20,8% |
Angka di atas hanya ilustrasi.
Outlet A menjual 50% lebih banyak, tapi labanya justru lebih kecil, sewanya tiga kali lipat Outlet B. Kalau yang dilihat cuma omzet, Outlet A terlihat sebagai cabang terbaik. Padahal margin Outlet B dua kali lebih sehat.
Pantau Biaya Operasional Tiap Cabang
Pengeluaran yang tidak terpantau bisa membuat keuntungan makin tipis. Karena itu, biaya operasional setiap outlet perlu dicatat agar pemilik bisnis bisa mengetahui pengeluaran mana yang perlu dievaluasi.
Dari sini, keputusan untuk mengatur anggaran atau memperbaiki operasional punya dasar yang lebih jelas.
Rapikan Laporan Keuangan Multi Cabang dalam Satu Dashboard
Saat data keuangan tersebar di banyak catatan, rekap antar-cabang bisa memakan waktu. Pemilik bisnis pun jadi lebih sulit melihat kondisi usaha secara keseluruhan.
Webinar ini juga membahas pemanfaatan Mekari Jurnal untuk membantu pencatatan dan penyusunan laporan keuangan multi-outlet. Tujuannya agar data lebih terstruktur dan bisa digunakan untuk mengevaluasi performa bisnis.
Semakin banyak outlet, semakin penting memahami angka di balik operasionalnya. Sebelum membuka cabang berikutnya, sudah tahu outlet mana yang benar-benar menghasilkan keuntungan?
Mau Mulai Rapikan Keuangan Bisnis?
Konsultasikan kebutuhan keuangan bisnismu secara gratis bersama Mekari Jurnal. Klik link di bawah untuk mengakses penawaran diskon 35% melalui kode referral MPTSCLUB.


