Fenomena kembalinya popularitas squishy di kalangan pekerja muda dan mahasiswa ternyata bukan sekadar tren nostalgia. Di balik bentuknya yang menggemaskan, ada alasan medis mengapa benda kenyal ini efektif meredakan stres di tempat kerja.
Bukti ilmiah ini diungkap melalui riset berjudul “The Effect of Stress Ball on Anxiety and Pain Levels in Angiography” oleh tim peneliti di Türkiye. Studi tersebut menguji dampak penggunaan stress ball pada pasien yang menjalani prosedur pemeriksaan pembuluh darah jantung (angiography).
Hasilnya menunjukkan dua temuan utama:
- Penurunan Kecemasan: Pasien yang meremas stress ball selama prosedur mencatatkan skor kecemasan jauh lebih rendah dibanding kelompok tanpa stress ball.
- Reduksi Nyeri: Tingkat persepsi rasa sakit pada kelompok pengguna stress ball terbukti jauh lebih minim.
Secara fisiologis, meremas objek kenyal memberikan stimulus taktil (tactile stimulation) pada sistem saraf. Sentuhan mekanis ini bekerja mengalihkan fokus otak dari rangsangan cemas maupun nyeri, sehingga ketegangan emosional berkurang secara instan.
Tak heran, mainan yang dulu identik dengan anak-anak ini kini beralih fungsi menjadi alat penyalur emosi yang praktis bagi pekerja.

