Buat kalian penikmat serial drama korea pasti sudah tidak asing dengan drama populer terbaru yang sedang menjadi perbincangan banyak orang terkait dengan alur cerita yang menarik dan tentunya dengan pemain utama yang selalu mencuri perhatian.
Sebagai seorang pebisnis, selain hanya menikmati alur ceritanya pasti akan tersirat rasa penasaran saat ada terselip iklan/ penempatan produk yang muncul di beberapa scene episode drama tersebut. Industri perfilman memang tidak luput dari yang namanya product placement. Selain dapat menjadi salah satu revenue stream perusahaan, metode product placement dipercaya dapat menjadi strategi untuk mengatur brand positioning dari sebuah brand lho Founders!
Beberapa minggu terakhir, netizen Indonesia sedang heboh karena salah satu produk milik PT Mayora Indah Tbk yaitu Kopiko masuk ke serial drama korea Vincenzo di Netflix.

Source: IDNtimes
Bagi sebagian orang, cross-cultural product placement dari brand internasional diyakini sebagai sebuah langkah untuk menciptakan peluang baru di pasar asing. Tetapi hal tersebut tidak luput dari pro dan kontra. Bersumber dari global times, munculnya produk makanan instan asal negara Cina bernama Zi Hai Guo (sejenis bibimbap, yang memang ditujukan untuk pasar Korea) di drama Vincenzo justru malah menuai kritikan dari netizen Korea.
Dari berita ini, di satu sisi memang menuai kritik tetapi di sisi lainnya juga sangat efektif karena mengurangi production cost. Terlepas dari produk ‘apa’ yang dijadikan product placement di pasar asing, ada benefit ada juga resiko yang harus diterima. Untuk meminimalisir resiko yang ada, mempertimbangkan dan melihat dari sisi pandang selain bisnis pun penting ya Founders untuk mencegah adanya kritikan negatif dari netizen.
Baca juga: Pemeran F.R.I.E.N.D.S Masih Dibayar sampai Sekarang?


