Salah satu business launching yang cukup mengagetkan performanya setelah launch, adalah Segway Personal Transporter (PT). Founders-nya meramalkan bahwa Segway akan menjadi perusahaan dengan valuasi $1B USD tercepat dan penjualannya mencapai 10.000 unit per bulan. Ternyata harus menelan kenyataan bahwa produknya sepi peminat. Kira-kira apa yang salah ya?
Price Point That is (Way) Too High
Segway PT di saat launch-nya di tahun 2001, dijual seharga $5000 USD, yang kalau dikonversi mengikuti inflasi, itu seharga $147.951 di tahun ini. Bayangin! Pada akhirnya yang bisa membeli Segway PT saat itu hanyalah bisnis lain atau instansi pemerintah.
Use Cases That is (Way) Too Limited
Segway PT dipasarkan secara massive sebagai revolutionary urban transportation. Hanya saja top speed saat itu hanyalah sekitar 20 km/jam, padahal ukurannya cukup besar. Spek ini membuat jadi sulit dan kurang fleksibel untuk digunakan.
Concern About Safety
Pada masanya, saking revolusionernya Segway, banyak orang yang mempertanyakan keamanannya! Belum lagi memperhitungkan bahwa Segway tidak memiliki regulasi transportasi seperti kendaraan lainnya.
Lack of Infrastructure
Minimnya infrastruktur yang menunjang penggunaan Segway, seperti tidak adanya dedicated parking spot, ataupun jalur khusus Segway, membuat transportasi ini dianggap ribet oleh calon pembeli.
A (Way) Too Limited Market
Pada akhirnya Segway hanya diminati oleh pasar B2B yang sangat niche, atau orang-orang yang menganggap dirinya transportation enthusiast, dan punya buying power tinggi saja. Barang yang tadinya diharapkan bisa diserap oleh mass market dan merevolusi cara orang bertransportasi, akhirnya harus pivot deh!
Founders ada yang tau nasib Segway sekarang gimana? Gimana menurut kalian nasib Segway ini?
Baca juga: How Samsung Launch Videosnap Feature Through Tiktok Challenge


