Saat memutuskan untuk mendirikan usaha, riset pasar menjadi salah satu langkah penting untuk menentukan target market. Riset juga dapat membantu dalam mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang seperti konsep, opini hingga pengalaman. Berikut ini ada beberapa tips dalam tipe yang akan memudahkan kalian dalam memilih kategori responden untuk produk kalian nih Founders!

Tipe-tipe penelitian observasional
1. Complete Observer
Seorang observer secara 100% tidak ikut campur pada target respondennya. Artinya, ketika seseorang melakukan observasi kepada seorang responden atau sekelompok responden, pihak dari responden tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati. Hal tersebut juga dapat mengurangi Hawthorne Effect yaitu ketika seseorang di interview atau diobservasi akan memodifikasi opini atau perilakunya. Tentu dengan hal tersebut, keaslian atau kevalidan insight dari observasi tidak terjamin. Tipe ini dapat digunakan untuk berbagai kasus seperti melakukan riset pada sebuah coffee shops, office building lobbies, airport, dan bahkan toilet umum.
2. Observer as Participant
Seorang observer diketahui oleh pihak responden, dan memungkinkan juga bahwa pihak responden mengetahui tujuan dari pengamat melakukan risetnya. Terdapat interaksi antara observer dan responden namun tergolong terbatas karena pada tipe ini, observer harus berlaku sebagai orang netral sebisa mungkin agar opini yang didapatkan dapat lebih valid dan tidak bias.
3. Participant as Observer
Pada riset ini, observer benar-benar terlibat dengan pihak responden. Biasanya observer akan berlaku lebih sebagai teman dibandingkan pihak ketiga. Meskipun observer berlaku sebagai teman, tetap saja pihak responden akan mengetahui bahwa mereka sedang diteliti. Perbedaan antara participant as observer dengan observer as participant adalah participant as observer cenderung lebih erat dan lebih ada opini dari observer.
4. Complete Participant
Pernah nonton film dengan scene seorang bos menyamar menjadi bawahan? Nah yang dilakukan oleh bos itu adalah complete participant. Ketika menjadi complete participant, pihak dari responden atau yang dikaji tidak mengetahui sama sekali bahwa mereka atau dia sedang di riset. Hal ini dapat membantu observer untuk mendapatkan informasi yang valid. Biasanya orang-orang ketika meriset suatu acara, mereka akan menggunakan tipe ini, mereka akan menjadi audiens dari acara tersebut.
Dari 4 tipe diatas, dapat kalian terapkan dengan disesuaikan berdasarkan kondisi, budaya, dan kebiasaan hal yang kalian riset ya Founders!
