Saat memulai suatu usaha bisnis, lalu barang yang dijual habis pasti ada rasa puas dan bangga dalam diri karena terkesan ‘laku keras’. Tetapi sadarkah kalian kalau dilihat dari kacamata business, barang selalu kehabisan artinya ada sesuatu yang salah lho Founders! Umumnya disebut sebagai Out of Stock (OOS). Apa yang akan terjadi saat barang dagangan sudah Out of Stock dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Yuk kita pelajari bersama!
Out of Stock (OOS)
Out of Stock atau barang habis dapat menjadi salah satu indikator yang menunjukkan kemampuan penjual dalam menentukan target dan realisasi penjualan. OOS sendiri dapat disebabkan dari sisi business maupun operation sebuah perusahaan.
Penyebab umum Out of Stock (OOS)
1. Meremehkan permintaan -> berhubungan dengan perkiraan penjualan.
2. Reporting tidak akurat -> dapat disebabkan oleh kesalahan manusia dalam pengolahan data.
3. Buffer stock terlalu rendah.
4. Keterlambatan pengiriman dari supplier.
5. Kekurangan modal kerja -> misalnya kekurangan modal untuk memproduksi barang baru.
So Founders, kalau sering mengalami fase Out of Stock, jangan cepat merasa puas tapi justru koreksi hal-hal yang mungkin saja terjadi dan dapat mempengaruhi penjualan kalian! Yuk coba evaluasi lagi inventory management bisnis kalian!


